Tampilkan postingan dengan label sok bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sok bijak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

Gigi Tikus


Tikus, sebuah produk alam yang rada kurang bagus nilainya di mata manusia, namun produk alam, sebagaimanapun buruknya di mata manusia, mengandung kebaikannya tersendiri

Tikus, dari binatang yang terpandang hina ini, banyak dari kemajuan ilmiah tak bisa dihasilkan tanpa peranannya (sebagai test subject...haha, peranan yang tak begitu membanggakan?), bahkan dari binatang ini terdapat pula kebijaksanaan yang bisa diekstrak oleh manusia

Tikus, sebagai binatang pengerat, diketahui sangat "rajin" untuk menggigiti sesuatu, atau mungkin bisa dibilang tiada hari tanpa kegiatan menggigit

Namun setiap kali menggigit, gigi sang tikus terkikis, yang karena ke"rajin"an sang tikus, menjadikannya selalu terkikis setiap hari

Tapi uniknya, gigi tikus sepertinya "ajaib", karena mampu tumbuh terus menerus seperti layaknya kuku, yang bila tidak "dipangkas" akan tumbuh sampai panjang dan... merepotkan, tapi untuk tikus, kualitas gigi tersebut sangat mutual dengan sifat rajin menggigitnya

Pertanyaannya adalah:

Apakah, sang tikus "menjadi rajin karena dikaruniai gigi ajaib", ataukah sang tikus "dikaruniai gigi ajaib karena rajin"?

Tapi yang pasti, tiada tikus yang tak bergigi (kecuali mungkin karena kenakalan seorang scientist), tikus dan giginya selalu bersama (kalimat sok bijak yang terdengar konyol...haha), manusia dan alam semesta selalu bersama, saya dan gadis cantik selalu...

Kamis, 04 November 2010

identity (knowing who we are)



Pada sebuah adegan film anger management, tokoh utamanya (yang diperankan oleh adam sandler) ditimpuki pertanyaan yang bertubi2, yang ia kesulitan untuk menjawabnya, karena jawabanya selalu tidak diterima oleh si penanya, nah yang mantap, pertanyaan2 tersebut semuanya sama, yaitu:

Siapa kamu?

Saya nama depan nama belakang, saya dosen, saya tetangganya si ini, temannya si itu, saya yang bikin alat ini, yang sering tampil di tv, saya orang yang blablabla,

Tidak ada yang menanyakan namamu, pekerjaanmu, tetanggamu, temanmu, alat yang kamu bikin, tempat mejeng, kepribadian dll

Terus gimana jawabnya? bagaimana kalau suatu hari seseorang (atau diri kita sendiri) menanyakan hal yang demikian kepada kita? apa yang akan kita jawab?

Bagaimana kalau sebenarnya peradaban manusia sekarang, secara halus-complex, menyembunyikan identitas manusia sebenarnya, sehingga hampir tidak ada manusia yang menyadari siapa mereka sebenarnya?

Lihat saja jawaban-jawaban tadi, semuanya diambil dari keyword2 yang seseorang temui dalam hidupnya di suatu peradaban. bagaimana kalau tidak ada nama, pekerjaan, tetangga, orang lain, tidak ada bahasa dan komunikasi, yang ada hanya diri kita dan semua isi2nya, lalu siapakah kita?

Saya tahu jawaban yang benar dari pertanyaan "siapa saya/kamu?"

Tapi ntar dulu, apakah bijaksana untuk membeberkannya disini? apakah persoalan hadiah ikan atau kail menjadi masalah disini?, entahlah...

Mungkin pembaca lebih baik cari sendiri jawabannya, karena...

...wuih imej gue dah sok banget nulis ginian, ya nggak?